Kredit Usaha Rakyat (KUR) & Cara Mengajukannya

Kredit Usaha Rakyat (KUR) & Cara Mengajukannya

Fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR)? Kabar baik nih, bunga KUR  7% per tahun. Kebijakan ini mulai berlaku per 1 Januari 2020.

Zaman now, modal bukan lagi penghalang untuk membuka dan merintis usaha. Banyak fasilitas pinjaman yang dapat Anda manfaatkan. Mulai dari Kredit Tanpa Pinjaman (KTA), Kredit Multiguna (KMG), pinjaman online (pinjol), sampai KUR.

Dari beberapa produk pinjaman di atas, suku bunga KUR yang paling rendah. Wajar, karena ada subsidi bunga dari pemerintah. Kredit Usaha Rakyat adalah kredit atau pembiayaan modal kerja atau investasi yang diberikan kepada nasabah perorangan, badan usaha, atau kelompok usaha produktif. Namun belum memiliki agunan tambahan atau belum cukup.

KUR sudah hadir sejak 5 November 2007. Dalam perjalanannya selama 12 tahun, tingkat bunga KUR kian menciut. Pertama kali diluncurkan, suku bunga KUR mencapai 22%. Kemudian diturunkan menjadi 12%. Penurunan selanjutnya menjadi 9%, lalu semakin menyusut menjadi 7% sejak 2018 hingga saat ini.

Apa kebijakan baru pemerintah yang bikin usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) semringah terkait KUR?

“Keberpihakan pemerintah kepada UMKM, termasuk koperasi adakah KUR. Suku bunga 7% per tahun dan plafon bertambah menjadi Rp.190 triliun di tahun 2020,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.

  • Tepatnya 1 Januari 2020, berlaku suku bunga KUR sebesar 7% efektif per tahun.
  • Total penyaluran KUR tahun depan pun meningkat sebesar Rp50 triliun menjadi Rp190 triliun. Tahun lalu ditetapkan sebesar Rp140 triliun.
  • Menariknya lagi, limit KUR Mikro ikut dilipatgandakan dari sebelumnya Rp25 juta menjadi Rp50 juta per debitur atau nasabah.
  • Jumlah penyaluran KUR akan bertambah secara bertahap hingga mencapai Rp325 triliun pada 2024. Semakin besar plafon penyaluran KUR, makin banyak pula peluang UMKM mendapatkan fasilitas KUR.

Untuk diketahui, penyaluran KUR terdiri dari :

  • KUR Mikro
  • KUR Kecil
  • KUR Ritel
  • KUR Penempatan TKI
  • KUR Khusus.

Penerima KUR dan Sektor Usahanya

 

  • Usaha mikro, kecil, dan menengah
  • Calon Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang akan bekerja di luar negeri
  • Calon pekerja magang di luar negeri
  • Anggota keluarga dari karyawan yang berpenghasilan tetap atau bekerja sebagai TKI
  • TKI yang pernah bekerja di luar negeri
  • Pekerja yang terkena PHK
  • UMKM di wilayah perbatasan dengan negara lain
  • Kelompok usaha, seperti Kelompok Usaha Bersama (KUBE), Gabungan Kelompok Tani dan Nelayan (Gapoktan), dan kelompok usaha lainnya.

Sektor usaha yang dapat KUR, antara lain :

  • Sektor pertanian (termasuk tanaman pangan, tanaman hortikultura, perkebunan, dan peternakan)
  • Sektor perikanan (termasuk penangkapan dan pembudidayaan ikan)
  • Industri pengolahan (termasuk industri kreatif di bidang periklanan, fesyen, film, animasi, video, dan alat mesin pendukung kegiatan ketahanan pangan)
  • Perdagangan (termasuk kuliner dan pedagang eceran)
  • Jasa-jasa (sektor penyediaan akomodiasi dan penyediaan makanan; sektor transportasi, pergudangan, dan komunikasi; sektor real estate, usaha persewaan, jasa perusahaan; sektor jasa pendidikan; sektor jasa kemasyarakatan, sosial budaya, hiburan, perorangan lainnya)
  1. Pembiayaan calon TKI di luar negeri
  2. Pembiayaan calon pekerja magang di luar negeri.

Agunan Kredit Usaha Rakyat, Apa Saja?

  • Agunan pokok : usaha atau obyek yang dibiayai KUR
  • Agunan tambahan:
  1. KUR mikro dan KUR penempatan TKI tidak wajib dan tanpa perikatan
  2. KUR kecil dan KUR khusus sesuai dengan kebijakan atau penilaian penyalur KUR.

Mitraiklan

Website Jasa Iklan Digital Marketing untuk Memudahkan Bisnis Anda