Surat Hibah Rumah dan Panduan Membuatnya

Surat Hibah Rumah dan Panduan Membuatnya

Membuat surat hibah tentu tidak mudah, apalagi jika kita tidak pernah melakukannya. Agar tidak salah dalam membuat surat tersebut, berikut contoh surat hibah rumah yang bisa dijadikan sebagai acuan.

Secara umum, isi dari surat hibah rumah, tanah, ataupun barang lainnya sebenarnya hampir serupa. Hanya saja, poin objek yang di hibah kan pada surat tersebut tentu berbeda mengikuti barang yang di hibah kan.

Misalnya, kamu ingin menghibahkan sebuah rumah, maka poin objek hibah yang tertera pada surat tersebut adalah rumah, lengkap dengan alamat beserta penjabaran lain terkait rumah tersebut.

Setelah membaca penjabaran tersebut kamu sudah memiliki gambaran kan bagaimana isi surat hibah? Agar semakin jelas, simak pula contoh surat hibah rumah yang baik dan benar di bawah ini ya.

Contoh Surat Hibah Rumah Tahun 2020

Menyertakan surat hibah pada saat melakukan hibah rumah adalah hal yang penting. Pasalnya, surat hibah sendiri dapat mengurangi potensi dan mencegah terjadinya konflik di masa depan.

Konflik hibah-menghibahkan rumah ini sering kali terjadi di masyarakat, salah satu alasannya karena tidak disertakannya surat hibah tersebut pada saat transaksi terjadi.

Selain itu, konflik kerap kali muncul apabila keluarga pemberi hibah tidak mengetahui perihal transaksi hibah tersebut. Itu sebabnya, proses hibah sendiri wajib diketahui oleh keluarga pemberi hibah.

Jika kamu sudah paham dengan konsep tersebut, berikut contoh surat hibah rumah yang baik dan benar:

Contoh Surat Hibah

Itu dia contoh surat hibah yang bisa kamu jadikan acuan dalam membuat sebuah surat hibah. Jika ingin lebih lengkap, kamu bisa mencantumkan batas-batas rumah pada isi surat tersebut.

Namun, jika surat hanya berisi poin-poin yang telah disebutkan di atas, maka surat tersebut sudah sah dan dapat dipertanggungjawabkan. Berbicara keabsahan, berikut syarat sah melakukan hibah rumah.

Baca Juga : Beli Rumah Dengan Cara Over Kredit, Begini Caranya ?

Syarat Melakukan Hibah Rumah

Dalam Kitab UU Hukum Perdata telah dijelaskan, bahwa hukum hibah adalah legal atau diperbolehkan. Meski begitu, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi agar prosesnya menjadi sah, seperti:

Objek atau barang yang dihibahkan mesti memiliki manfaat bagi orang yang dihibahkan;

Objek atau barang yang dihibahkan harus sudah ada bentuknya, sehingga rumah yang masih dalam perencanaan pembangunan tak bisa dihibahkan;

Objek atau barang yang dihibahkan tidak dalam keadaan terikat suatu perjanjian dengan pihak lain, contohnya perjanjian gadai, harta gono-gini dan lain-lain;

Pemberi dan penerima hibah berusia dewasa sesuai undang-undang yang berlaku di Indonesia;

Surat hibah tanah dan proses hibah dilakukan di hadapan notaris dan akta notaris aslinya disimpan oleh notaris yang sudah ditunjuk kedua belah pihak;

Memberi hibah kepada orang yang belum dewasa atau di bawah umur sebenarnya diperbolehkan, asal proses hibah tersebut dilakukan dihadapan orang tua yang bersangkutan; serta

Proses hibah disertai dengan surat persetujuan dari anak kandung atau ahli waris pemberi hibah.

Itu tadi beberapa syarat hibah yang harus kamu penuhi. Setelah mengetahui contoh surat hibah dan syarat pelaksanaannya, ketahui pula mekanisme pembatalan hibah berikut ini.

Apakah Hibah Rumah Bisa Dibatalkan?

Surat Hibah Rumah

Bagi kamu yang bertanya-tanya, apakah proses hibah yang telah dilaksanakan bisa dibatalkan atau tidak, maka jawabannya TIDAK BISA. Oleh sebab itu, pikir masak-masak sebelum kamu menghibahkan barang.

Namun, jika memang proses pembatalan hibah harus dilakukan karena berbagai alasan, maka di dalam Pasal 1688 UU Perdata disebutkan pembatalan tersebut harus dilakukan lewat proses pengadilan.\

Cari rumah? Yuk Cek RumahPro.id

Apa saja alasan yang memperbolehkan pembatalan hibah? Di antaranya, syarat-syarat melakukan hibah tidak terpenuhi atau penerima hibah melakukan kejahatan terhadap pemberi hibah.

Selain itu, perjanjian hibah juga dapat dibatalkan karena alasan penerima hibah menolak memberikan nafkah kepada pemberi hibah ketika kondisi ekonomi pemberi hibah mengalami penurunan.

Di luar beberapa alasan tersebut, agaknya proses hibah tidak bisa dibatalkan. Meski begitu, apabila proses pembatalan disetujui maka penerima hibah wajib mengembalikan barang hibah dalam kondisi baik.

Cukup merepotkan bukan, mekanisme pembatalan hibah tersebut? Maka dari itu, ada baiknya sebelum melakukan hibah rumah, kamu berkonsultasi terlebih dahulu kepada keluarga.

Nah, itulah contoh surat hibah rumah, syarat-syarat, dan cara pembatalan hibah yang harus kamu ketahui.

Semoga ulasan di atas bermanfaat ya!

Mitraiklan

Website Jasa Iklan Digital Marketing untuk Memudahkan Bisnis Anda

Tinggalkan Balasan